Bahasa Portfolio

3 Bahan Sampel yang Digunakan untuk Melakukan Tes DNA

dna

Tes DNA banyak dilakukan oleh orang-orang untuk mencari tahu akan kebenaran identitas genetika individu untuk kepentingan keturunan, ahli waris, keimigrasian, dan bahkan juga untuk kepentingan forensik dalam mengetahui indentitas suatu korban. Proses tes DNA ini juga melalui beberapa tahap dengan tujuan yang beragam. Hal-hal yang dibutuhkan untuk mengetes DNA seseorang bisa melalui berbagai barang atau cara. Berikut ini adalah tiga bagian tubuh yang sering digunakan sebagai sampel tes DNA.


Rambut  

rambut
Sumber: freepik.com

Rambut merupakan salah satu sampel yang dianggap cocok sebagai bahan tes DNA, terutama akar rambutnya. Di setiap akar helai rambut, terdapat inti sel yang menjadi DNA manusia. Maka dari itu, biasanya orang-orang akan mengambil sampel rambut dari sisir atau rambut yang rontok dari orang yang ingin di tes DNAnya.

Sikat Gigi

sikat gigi
Sumber: kinderdent.com

Jika ada yang memberikan sikat gigi sebagai sampel, bukan sikat giginya yang akan di tes, melainkan air liur yang ada atau menempel di sikat gigi dari orang yang akan di tes DNAnya. Air liur memiliki inti sel yang mengandung DNA seseorang. Sampel ini dianggap sebagai sampel yang paling mudah untuk dikumpulkan atau dicari. 

Sel Darah

darah
Sumber: bbc.co.uk

Darah menjadi sampel terbaik dalam melakukan tes DNA. Di dalam darah tersebut, terdapat DNA manusia dengan informasi genetik yang paling lengkap. Maka dari itu, darah dianggap sebagai sampel terbaik karena kelengkapan informasi DNA yang ada di darah tersebut. Namun, untuk keperluan tes DNA, bukan sel darah merah yang digunakan sebagai sampel tes. Melainkan sel darah putih karena sel darah merah tidak memiliki inti sel.


Kini, banyak orang yang melakukan tes DNA dengan maksud yang berbeda-beda. Dengan mengetahui apa saja yang digunakan sebagai sampel tes bisa menambah informasi dan pengetahuanmu akan hal tersebut. Sampel yang digunakan pun tidak bisa asal ambil karena untuk mendapatkan hasil DNA yang terbaik, sampel-sampel yang digunakan haruslah memiliki inti sel yang menyimpan genetika dari orang yang bersangkutan. Dengan begitu, tes DNA dapat dilakukan dengan prosedur yang sesuai.

(Artikel ini sudah tayang di website kinibisa.com pada tanggal 06 September 2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top