Bahasa Portfolio

Galih dan Ratna: Dua Sejoli yang Dipertemukan Kembali

galihratna

Galih dan Ratna mengikat janji, janji setia, setia abadi.

Pernah dengar lagu ‘Galih dan Ratna’ ? Mungkin kamu pernah. Lagu besutan Guruh Soekarnoputra ini identik dengan kisah Galih dan Ratna yang pertama kali diperkenalkan lewat film Gita Cinta di SMA tahun 1979. Dengan menggunakan salah satu setting ceritanya di kota Bogor, kini Galih dan Ratna kembali hadir.

Banyak hal yang disajikan dalam film ini, termasuk bagaimana kehidupan anak muda jaman sekarang dalam memaknai cinta.

Apa saja sih yang menarik dari Galih dan Ratna kali ini? Yuk, simak!

Alur Cerita

Galih dan Ratna besutan Lucky Kuswandi ini menampilkan kembali fenomena kisah cinta 2 insan muda, yaitu Galih dan Ratna yang sangat lekat dengan kisah semasa SMA. Kisah cinta Ratna berawal saat pertama kali melihat Galih di kantin sekolah yang saat itu Ratna merupakan murid baru pindahan dari Jakarta.

galihratna
Sumber: youtube.com

Ratna langsung tertarik dengan sosok Galih karena Ratna merasa Galih berbeda dari cowok-cowok lain disekolahnya. Ratna pun akhirnya berkenalan dengan Galih yang saat itu sedang mendengarkan lagu dari walkmannya di area belakang sekolah.

Setelah adegan perkenalan tersebut, Ratna yang sudah menyukai Galih lebih dulu berusaha untuk mendekati Galih, mulai dengan mencari dan nge-stalk akun Twitter Galih serta mencari tahu tentang alamat toko kaset milik keluarga Galih yaitu ‘Nada Musik’.

Menurut saya, karakter Ratna disini ingin memperlihatkan bagaimana wanita jaman sekarang tidak harus selalu menunggu untuk didekati tapi mereka bisa berusaha duluan untuk mendekati orang yang disukainya. Film ini sebenarnya memiliki cerita yang bagus namun ada beberapa hal yang membuat film ini terasa kurang pas dan sedikit membosankan.

Perkembangan hubungan antar karakter utama sebenarnya saya rasa terasa terlalu cepat dan terburu-buru. Mungkin karena banyak hal yang ingin disampaikan dalam film ini dan walaupun kita tahu melalui adegan-adegan di film bahwa Ratna dan Galih melakukan PDKT tidak sehari atau dua hari, tapi karena adegan mereka berpacaran ditampilkan saat masih di awal-awal cerita, membuat hubungan mereka terkesan terlalu cepat dan membuat penonton seperti “Loh? Udah jadian nih?”.

Cerita kehidupan anak-anak SMA di sekolah dalam film ini juga terlihat kurang realistis dan terkesan dipaksakan hanya karena ingin menampilkan bagaimana anak-anak jaman sekarang bersikap. Contohnya bagaimana teman-teman Galih dan Ratna di sekolah berpakaian dan bersikap dengan teman dan guru mereka.

Latar cerita sebagai anak SMA pun terasa dipaksakan dan hanya sebagai formalitas. Hal ini bisa dilihat dari sedikitnya adegan atau cerita yang memakai latar sekolah mereka karena setting utama dari cerita ini terletak pada toko musik keluarga Galih dimana banyaknya adegan yang diambil atau berkembang disana.

Para Pemain dan Karakter

Galih yang diperankan oleh artis pendatang baru bernama Refal Hadi sukses mencuri hati penonton wanita dengan akting gentleman-nya dan peran Ratna yang diperankan oleh Sheryl Shenafia yang juga terkesan manis. Walapun film ini adalah proyek film pertama untuk Refal dan film kedua untuk Sheryl, namun mereka mampu menampilkan peran dan sosok Galih dan Ratna dengan natural dan cukup baik.

galihratna
Sumber: youtube.com

Film ini pun terasa sangat berbeda dimana film ini menampilkan gaya generasi muda jaman kini yang beraneka ragam. Hal ini terlihat dari teman-teman Galih dan Ratna di sekolah yang masing-masing memiliki keunikan dan terkesan sangat ‘kekinian’ seperti Anto dengan bisnis pomade-nya, Erlin dengan wig rambut gaul dan aktivitasnya sebagai beauty blogger, dan karakter unik teman-teman lain mereka yang semakin menambah hiburan dalam ceritanya.

Yang paling berkesan dari film ini adalah sosok Marissa Anita yang menjadi tante Ratna. Marissa mampu menampilkan karakter kuat yang tentunya menjadi penghibur dalam film ini. Karakter tante Ratna ini seakan memberikan warna dan udara segar dalam cerita serta menjadi karakter yang paling diingat sepanjang cerita.

Melalui karakter yang beragam tersebut, Film ini mengajarkan bagaimana perbedaan yang ada di setiap karakternya tidak menahan mereka untuk menghargai, menyanyangi, dan menerima satu sama lain.

Kaset dan Mixtape

Film ini lekat dengan barang vintage yang dulu hampir semua orang punya yaitu kaset. Kaset merupakan salah satu simbol utama dalam film ini karena cerita Galih dan Ratna berputar dalam cerita bagaimana mereka berusaha menghidupkan lagi fenomena ‘kaset’ dikalangan orang-orang masa kini.

galihratna
Sumber: youtube.com

Hal lain yang tidak lepas dari film ini adalah mixtape. Dulu, orang-orang memberikan mixtape buatan mereka sebagai surat cinta untuk orang yang mereka kasihi mulai dari keluarga, teman, dan kekasih. Dengan mengangkat cerita mixtape dan kaset, film ini mengangkat kembali gaya dan budaya masa lalu yang sudah lama hilang karena tergantikan oleh era digital.

Hal-hal inilah yang menurut saya merupakan poin plus untuk film ini karena cara mereka membangun dan menampilkan cerita dibalik dua barang tersebut sangat menyentuh hati dan berkesan untuk para penontonnya.

Konflik Masa Muda

Film ini jelas menceritakan bagaimana perjuangan karakter Galih yang berasal dari keluarga kurang mampu serta ibunya yang single-parent harus berjuang untuk menghidupi keluarga dan mendapatkan beasiswa sekolah dengan selalu menjadi siswa yang berprestasi. Galih dihadapkan pada pilihan sulit dimana ia harus memilih antara realita atau impiannya.

galihratna
Sumber: youtube.com

Ibunya yang tidak mendukung dan cenderung menuntut Galih untuk realistis dengan keadaan mereka justru menjadi sosok yang menghalangi Galih untuk meraih impian dia yang sebenarnya. Di sisi lain, Ratna merupakan sosok yang berasal dari keluarga yang mampu namun dia belum menemukan impian dan tujuan hidupnya.

Pertemuannya dengan Galih membuat dia akhirnya menemukan impiannya. Walaupun kisah mereka tidak semuanya berakhir bahagia karena keadaan yang menuntut mereka untuk menjadi realistis, film ini mengajarkan anak-anak muda untuk berjuang dalam meraih impian mereka dan menunjukkan bagaimana seseorang bisa menjadi dewasa dengan keadaan yang ada.

Soundtrack

Kalau kamu sudah menonton, pasti kamu masih terngiang soundtracknya. Soundtrack lagu yang dinyanyikan penyanyi-penyanyi hebat Indonesia seperti Agustin Oendari, Rendy Pandugo, White Shoes & The Couples Company, dll., memiliki lirik yang pas serta melodi indah yang semakin memperkuat serta mewakili tiap karakter-karakternya.

Salah satu lagu yang sangat terkenal dan melekat dengan film ini sudah pasti lagu uatma film ini yaitu ‘Galih & Ratna’ yang di aransemen dan dinyanyikan ulang oleh GAC dengan gaya khas mereka yang tentunya memberikan kesan baru dan sesuai dengan film versi modernnya.

Secara keseluruhan film ini cukup bagus dan mampu memberikan pesan serta pelajaranpelajaran yang cukup bermakna yang dapat diambil oleh para penontonnya terutama para generasi muda di Indonesia.


Gimana? Penasaran bukan? Tonton filmnya dan kalian bisa menilai sendiri bagaimana ‘Galih dan Ratna’ versi 2017! Cintailah karya anak negeri dan Hidup perfilman Indonesia!

(Artikel ini sudah tayang di website colours.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top